Jakarta, Kilasbekasi.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus berkomitmen memperluas cakrawala kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Fokus utama saat ini diarahkan pada pemberdayaan penyandang disabilitas melalui serangkaian pelatihan kewirausahaan strategis.
Langkah progresif ini diambil agar kelompok disabilitas tidak hanya bergantung pada ketersediaan lowongan kerja di sektor formal, namun mampu berdiri tegak secara ekonomi sebagai pemilik usaha sekaligus pencipta lapangan kerja bagi lingkungan sekitarnya.
Visi besar ini ditegaskan oleh Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab, saat membuka Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 yang mengusung tema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama” di Bantul pada Jumat, 17 April 2026.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya optimalisasi potensi nasional dengan memperluas definisi peluang kerja. Pekerjaan di masa kini tidak lagi terpaku pada status sebagai pegawai negeri atau karyawan perusahaan swasta, melainkan terbuka lebar di ranah usaha mandiri, industri kreatif, serta pemanfaatan ekosistem teknologi digital yang kian berkembang pesat.
Sukro Muhab menjelaskan bahwa lowongan kerja sebenarnya tersedia di berbagai sektor asalkan masyarakat memiliki kemauan untuk beralih dari pola pikir pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Melalui program ini, Kemnaker menjalankan dua fokus utama secara simultan, yaitu memberikan pelatihan kewirausahaan yang komprehensif bagi penyandang disabilitas serta melakukan penguatan terhadap pelaku UMKM rintisan.
Semangat yang ingin dibangun adalah bahwa keterbatasan fisik bukanlah sebuah penghalang untuk terus berkarya, karena kreativitas dan ketajaman berpikir adalah modal utama dalam dunia bisnis.
Lebih lanjut, Kemnaker memastikan adanya keberlanjutan bagi para peserta melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program pendampingan ini ditujukan khusus bagi mereka yang telah berhasil merintis usaha agar mampu meningkatkan skala bisnisnya ke level yang lebih tinggi atau “naik kelas”.
Pemerintah tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, namun juga membuka akses terhadap pembiayaan dan pendampingan intensif. Dengan dukungan yang menyeluruh ini, diharapkan usaha yang dijalankan oleh penyandang disabilitas dapat tumbuh berkelanjutan dan pada akhirnya mampu menyerap tenaga kerja baru demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif.



