Kembalikan Fungsi Jalan, Plt Bupati Bekasi Sidak Pasar Tumpah SGC

14
0

Bekasi, Kilasbekasi.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Jl. RE Martadinata, tepatnya di area pasar tumpah SGC (Sentra Grosir Cikarang) pada Senin (4/5/2026). Langkah tegas ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat mengenai pedagang yang kembali memenuhi badan jalan.

​Kondisi pasar yang dinilai kembali semrawut memicu keresahan warga. Dalam tinjauannya, Asep menegaskan bahwa jalan raya harus berfungsi sebagaimana mestinya, bukan menjadi lahan berjualan yang mengganggu mobilitas.

​“Saya sudah mendengar pengaduan dari masyarakat bahwa pedagang mulai maju lagi ke tengah jalan. Hari ini saya sengaja sidak untuk mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya,” tegas dr. Asep di lokasi.

Rencana Relokasi di Lahan 2,6 Hektare

Menanggapi temuan adanya pedagang yang memakan badan jalan, Plt Bupati Bekasi langsung mengambil langkah tegas dengan menginstruksikan pemindahan lokasi dagang secara spontan ke area yang tidak mengganggu lalu lintas, di mana sekitar 20 pedagang diminta segera menempati lahan kosong yang tersedia mulai Senin malam.

Langkah ini merupakan bagian dari target penataan untuk membersihkan badan jalan agar arus kendaraan kembali lancar, yang nantinya akan diperkuat dengan pengawasan ketat dari personel gabungan Satpol PP, Polri, dan TNI selama 10 hari ke depan guna memastikan pedagang tidak kembali berjualan di area terlarang tersebut.

​Tak sekadar menertibkan, dr. Asep Surya Atmaja mengungkapkan rencana besar untuk mempercantik kawasan pusat ekonomi Cikarang tersebut. Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan perbaikan infrastruktur secara menyeluruh di area Jl. RE Martadinata.

​“Kedepannya kita ingin kawasan ini tertata. Jalannya kita aspal, kita rapikan, kita cat supaya terlihat indah. Kalau masih acak-acakan dan mengganggu aktivitas masyarakat, tentu tidak baik,” jelasnya.

Sebagai solusi permanen, Pemkab Bekasi kini tengah mematangkan konsep relokasi pasar tumpah ke lokasi yang jauh lebih representatif dengan menyediakan lahan seluas 2,6 hektare yang diproyeksikan mampu menampung sekitar 320 dolak atau lapak pedagang.

Rencana besar ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang memadai, mulai dari ketersediaan area parkir yang luas hingga pembagian zona pasar tradisional yang tertata rapi demi kenyamanan pedagang maupun pembeli.

​Dengan adanya fasilitas yang lebih memadai, diharapkan tidak ada lagi alasan bagi pedagang untuk menggunakan bahu jalan. ​“Intinya kita ingin tertib bersama. Pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman, masyarakat pun tidak terganggu aksesnya,” tutup dr. Asep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini