Pemkab Bekasi Sinkronkan Proyek Strategis Nasional dengan Bappenas

15
0

Jakarta, Kilasbekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar pertemuan audiensi dengan Direktorat Pembangunan Indonesia Barat Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas.

Agenda penting yang berlangsung di Aula Menara Bappenas, Jakarta Pusat, pada hari Senin (8/6/2026) dilaksanakan dalam rangka menyelaraskan serta mensinkronkan seluruh program strategis daerah dengan kebijakan pembangunan berskala nasional.

​Jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Bekasi dipimpin secara langsung oleh Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja. Dalam kunjungan kerja ini, beliau didampingi oleh jajaran pejabat teras daerah yang meliputi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asda II) Ani Gustini, Asisten Administrasi Umum (Asda III) Iis Sandra Yanti, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Dwy Sigit Andirian, serta Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Agus Budiyono.

​Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menerangkan bahwa koordinasi intensif ini bertujuan utama untuk memastikan berbagai proyek strategis nasional yang ditempatkan di Kabupaten Bekasi dapat berjalan selaras dan beriringan dengan agenda prioritas pemerintah pusat.Beliau menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya koordinasi ini untuk memastikan sinkronisasi pembangunan dapat berjalan optimal.

Beberapa program strategis nasional yang kini terus dikawal ketat penyelesaiannya agar sesuai rencana antara lain mencakup Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Burangkeng, pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall, program Sekolah Rakyat (SR), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Jatiluhur I, serta proyek tol Japek II Selatan.

​Selain fokus mengawal agenda nasional, jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memaparkan rincian kebutuhan mendesak terkait pembangunan daerah.

Pihaknya menitikberatkan pada urgensi peningkatan kualitas infrastruktur dasar guna mendukung eksistensi Kabupaten Bekasi yang saat ini menyandang status sebagai kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Penambahan dan penguatan jaringan infrastruktur dinilai krusial untuk menopang pertumbuhan roda ekonomi serta menjaga tren positif investasi yang terus berkembang pesat.

​Dalam dialog interaktif tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi turut mengajukan permohonan dukungan penuh dari pemerintah pusat untuk mengintervensi sarana prasarana vital, seperti peningkatan jaringan saluran distribusi air bersih, modernisasi sistem transportasi massal, hingga penanganan komprehensif pada titik-titik kemacetan parah.

Asep mengonfirmasi bahwa daerah telah menerima banyak arahan strategis dari pihak Bappenas, termasuk mengenai pengelolaan teknis saluran air untuk pemenuhan air bersih, yang ke depannya akan terus dikawal secara kolaboratif antara pusat dan daerah.

​Salah satu poin krusial yang ditekankan kepada Bappenas adalah penanganan titik perlintasan sebidang kereta api yang selama ini menjadi simpul kemacetan akut di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.

Pemerintah daerah berharap perlintasan kereta api yang memiliki volume arus lalu lintas sangat padat tersebut dapat segera ditangani secara permanen melalui opsi pembangunan underpass atau alternatif solusi teknis lainnya agar penumpukan kendaraan dapat diminimalisasi.

​Di samping masalah transportasi, penanggulangan bencana banjir tahunan turut menjadi prioritas utama dalam pembahasan bersama. Asep memaparkan bahwa posisi geografis Kabupaten Bekasi yang berada di kawasan hilir menjadikannya rawan menerima volume air limpasan dari wilayah hulu seperti Bogor saat intensitas curah hujan tinggi, meskipun di Bekasi sendiri tidak sedang turun hujan.

Merespons kondisi alam ini, Pemkab Bekasi mengharapkan dukungan penuh pemerintah pusat untuk melakukan normalisasi serta mengatasi pendangkalan aliran sungai yang masuk dalam domain kewenangan pusat.

​Melihat hasil positif dari koordinasi di Menara Bappenas, Plt Bupati Bekasi mengaku sangat optimistis sejumlah proyek strategis yang telah dibahas bersama akan mulai direalisasikan secara bertahap pada Tahun 2027 mendatang.

Optimisme tersebut didasarkan atas komitmen dan dukungan yang secara prinsip telah diberikan oleh pihak kementerian terhadap program-program prioritas seperti PSEL, Sekolah Rakyat, Giant Sea Wall, dan tol Japek II Selatan.

Langkah selanjutnya bagi pemerintah daerah adalah melakukan pengawalan ketat secara konsisten agar realisasi program tersebut berjalan lancar sehingga kemanfaatannya bisa segera dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini