Jawab Keluhan Petani, Pemkab Bekasi Gerak Cepat Tinjau dan Benahi Saluran Irigasi Pebayuran

16
0

Bekasi, Kilasbekasi.id – Ancaman kekeringan ekstrem saat musim kemarau serta bahaya banjir ketika musim hujan tiba masih menjadi momok menakutkan bagi ratusan petani di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.

Menanggapi keluhan mendesak tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi bergerak cepat meninjau langsung kondisi saluran irigasi Pebayuran guna memastikan distribusi air kembali optimal ke lahan pertanian warga.

​Langkah responsif ini diambil setelah ratusan petani dari Kecamatan Pebayuran menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. Audiensi terbuka tersebut berlangsung di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat.

​Tidak perlu waktu lama, sehari setelah mendengar jeritan para petani, Plt. Bupati Bekasi bersama jajaran dinas terkait langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan.

Rombongan menyusuri saluran sekunder Bendung Kedunggede (BKG) di beberapa titik vital, mulai dari BKG 6 Cikarang Timur, BKG 15, BKG 16, hingga titik ujung BKG 38 yang terletak di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran.

​Dari hasil inspeksi ketat di sepanjang aliran irigasi tersebut, tim menemukan sejumlah kendala utama yang menyebabkan air tersumbat dan gagal mengaliri area persawahan secara maksimal.

​Pertama, kerusakan Infrastruktur: Ditemukan kerusakan pada struktur jembatan di titik BKG 6. Wilayah ini berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sehingga memerlukan koordinasi lintas lembaga untuk perbaikannya.

​Kedua, tumpukan Gulma: Terjadi penyumbatan parah akibat penumpukan eceng gondok yang masif di titik BKG 15 dan BKG 16, yang memutus laju distribusi air ke hilir.

​Plt. Bupati Bekasi menegaskan bahwa Pemkab Bekasi berkomitmen menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi masalah ini dari hulu ke hilir. Pembersihan tanaman liar serta pembenahan teknis saluran irigasi akan segera didorong agar para petani di Pebayuran tidak lagi terancam gagal panen akibat krisis air.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini