Jakarta, Kilasbekasi.id – Job Fair 2025 membuka lowongan kerja (loker) yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan di Gedung Kemnaker, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan. Ajang pencaria kerja ini akan berlangsung mulai 22-23 Mei 2025.
Dalam Job Fair ini tersedia sekitar 53.107 lowongan kerja dari berbagai sektor, terdiri atas 18.478 lowongan secara offline, 34.629 secara online, dan 135 lowongan khusus bagi tenaga kerja disabilitas.
Selain itu, tersedia pula beragam fasilitas pendukung seperti walk-in interview, talk show, layanan informasi ketenagakerjaan, konseling karier, serta TKM Expo yang menampilkan produk wirausaha binaan Kemnaker.
Kemnaker juga menghadirkan ratusan pegawai Pengantar Kerja yang siap memberikan masukan dan saran langsung kepada para pencari kerja guna membantu mereka lebih siap memasuki dunia kerja.
Pada kesempatan itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mangatakan para pencari kerja dapat memanfaatkan ajang ini bukan hanya sebagai sarana mencari informasi lowongan kerja, tetapi juga momentum penting untuk meningkatkan kompetensi diri.
“Manfaatkan yang ada, dan doakan kami, support kami, sehingga kami bisa melakukan kegiatan ini lebih sering lagi dengan melibatkan lebih banyak perusahaan,” ucap Menaker dalam sambutannya.
Menaker menambahkan bahwa Kemnaker memiliki berbagai program pelatihan kerja di lebih dari 300 Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia. Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah kewirausahaan.
Yassierli juga mengajak para pencari kerja untuk menggali informasi dan memanfaatkan program ini sebagai solusi ketenagakerjaan, sambil terus meningkatkan kompetensi.
“Dengan adanya teknologi saat ini, saya pesankan manfaatkan, kembangkan potensi, kembangkan kompetensi, buat portofolio sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya, sehingga peluang lapangan kerja semakin terbuka bagi adik-adik semua,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa tugas Kemnaker sangat luas, mulai dari mempersiapkan tenaga kerja sejak lulus sekolah, meningkatkan kompetensi melalui pelatihan, hingga memastikan pekerjaan yang layak dari segi upah, jaminan sosial, dan hubungan industrial yang harmonis.
Melalui spektrum kerja yang luas tersebut, Menaker berharap kolaborasi dengan berbagai pihak dapat terus ditingkatkan agar para pencari kerja mendapatkan kesempatan yang setara dan kesejahteraan yang layak.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan agar pertumbuhan industri di Indonesia terus berlanjut sebagai jalan menuju pencapaian visi besar bangsa.
“Kita ingin perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia industrinya tumbuh. Dan di situlah visi Indonesia Emas 2045 bisa kita capai,” tegasnya.
Sebagai bagian dari komitmen membangun ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan, Kemnaker terus melakukan terobosan kebijakan, salah satunya dengan membentuk Direktorat Disabilitas dan Kebutuhan Khusus.
“Cita-cita kami ingin Kemnaker ini inklusif, dengan membuat direktorat baru, yaitu Direktorat Disabilitas dan Khusus. Itu direktorat baru yang memang kami harapkan agar semua warga Indonesia memiliki kesempatan yang sama. No one left behind,” ucapnya.



