Mengenal Program Kantin Sehat yang Diresmikan Gubernur DKI Jakarta

158
0

Jakarta, Kilasbekasi.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anum Wibowo meresmikan program Kantin Sehat di tiga sekolah, yakni SMKN 57 Jakarta, SMKN 63 Jakarta, dan SMAN Unggulan MH Thamrin.

Program Kantin Sehat ini merupakan program pengganti sarapan gratis yang pernah dikampanyekan Pramono saat Pilkada 2024 lalu.

Program yang baru berjalan di tiga sekolah ini nantinya akan dikembangkan ke sekolah-sekolah lain, terutama sekolah yang memiliki fasilitas terbatas, guna memastikan semua siswa mendapatkan akses makanan sehat di kantin sekolah.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi siswa, mendukung pola hidup sehat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan aman.

“Saya menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan perbaikan kantin di seluruh sekolah di Jakarta, supaya anak-anak yang ingin makan atau jajan tidak perlu lagi keluar sekolah. Kebutuhan mereka dapat dipenuhi di kantin sekolah. Semoga ini dapat menambah semangat anak-anak kita untuk belajar dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta,” ujarnya dalam siaran pers.

Pramono menjelaskan, pelaksanaan revitalisasi Kantin Sehat didasarkan pada tiga pilar utama. Pertama, mendorong ketahanan pangan yang berkelanjutan dengan penggunaan bahan baku lokal, seperti hasil panen dari kebun sekolah dan komunitas, serta pembelajaran langsung tentang urban farming bagi siswa.

Kedua, menjadikan Kantin Sehat sebagai pusat pembelajaran terpadu, di mana setiap kantin akan didampingi oleh tim ahli gizi dan chef profesional untuk memberikan pelatihan penyusunan menu bergizi hingga pengelolaan limbah makanan (food waste management).

Ketiga, mentransformasi desain kantin menjadi ruang sosial yang ramah lingkungan, di mana setiap kantin juga dapat menjadi ruang interaksi dan pembelajaran bagi siswa, dengan mengusung konsep terbuka, inklusif, dan hijau.

Untuk menjalankan program ini, Dinas Pendidikan DKI Jakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan para ahli gizi. Dinas-dinas dan ahli gizi tersebut akan memberikan bimbingan dan pelatihan bagi para penjual jajanan di kantin sekolah guna memastikan makanan yang dijual sesuai dengan komposisi gizi dan aman dikonsumsi.

Bukan hanya gizi dan keamanan makanan saja, para penjual makanan juga akan dilatih tentang bagaimana pengelolaan limbah makanan, serta pengelolaan kantin secara keseluruhan.

Lebih jauh, program Kantin Sehat ini diharapkan mampu mendorong penggunaan bahan baku lokal, termasuk hasil kebun di sekolah,komunitas, dan supplier bahan baku lokal.

Siswa-siswi juga akan diajarkan mengenai konsep urban farming yang menjadi bagian dari proses pembelajaran langsung mengenai ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Program Kantin Sehat dan Makan Bergizi Gratis (MBG) 

Pramono menegaskan peluncuran program Kantin Sehat merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta mendukung pemerintah, yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun memiliki tujuan yang sama, tapi keduanya punya konsep yang berbeda.

Kantin sehat berperan tidak hanya sebagai penyedia makanan bergizi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi siswa untuk membangun kebiasaan makan sehat dan kesadaran akan lingkungan.

Sedangkan, program MBG berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi dasar melalui pemberian makanan gratis tanpa keterlibatan aktif siswa dalam pengelolaan kantin.

Anggaran Program Kantin Sehat

Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, program baru ini menggantikan program sarapan gratis yang sebelumnya digagas olehnya.

Oleh karena itu, anggaran yang sebelumnya untuk sarapan gratis dialihkan sepenuhnya untuk memberdayakan kantin sekolah-sekolah di Jakarta. Namun, Pramono belum mau mengungkapkan secara spesifik besaran anggaran untuk program revitalisasi Kantin Sehat.

Diakuinya, revitalisasi Kantin Sehat membutuhkan anggaran yang cukup signifikan. Dana tersebut akan digunakan untuk renovasi, pelatihan pengelola, pengadaan peralatan pendukung, dan kesiapan sumber daya manusia.

Tidak hanya itu, pengelolaan Kantin Sehat pun memerlukan pelatihan khusus bagi para pengelola kantin, termasuk pendampingan oleh ahli gizi dan koki profesional.

Harga dan Variasi Makanan 

Harga makanan di Kantin Sehat akan bervariasi di masing-masing sekolah. Harta disesuaikan dengan kemampuan siswa dan standar gizi yang ditetapkan.

Mantan Sekretaris Kabinet era Joko Widodo ini memastikan bahwa harga makanan di kantin tidak lebih dari Rp20 ribu sehingga akan terjangkau oleh siswa dengan uang saku Rp15 ribu sampai Rp20 ribu.

Kantin Sehat akan menjual berbagai pilihan makanan sehat seperti nasi dengan sayuran, sandwich sehat, salad segar, dan jus buah. Makanan yang disajikan juga bebas dari bahan pengawet dan pemanis buatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini