Tanggul Sungai Citarum Jebol, Pemkab Bekasi Gerak Cepat Tangani Titik Kritis di Muaragembong dan Pebayuran

73
0
Tanggul Sungai Citarum yang jebol menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir dengan kedalaman bervariasi. (Foto: Dok. Humas Pemkab Bekasi)
Tanggul Sungai Citarum yang jebol menyebabkan beberapa wilayah terendam banjir dengan kedalaman bervariasi. (Foto: Dok. Humas Pemkab Bekasi)

Bekasi, Kilasbekasi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tengah fokus melakukan penanganan darurat pasca-jebolnya tanggul Sungai Citarum di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, pada Senin (19/1/2026) malam.

Langkah cepat diambil untuk menahan luapan air yang mengancam pemukiman warga, sembari mengidentifikasi titik-titik kritis lainnya di sepanjang aliran sungai terbesar di Jawa Barat tersebut.

Penanganan Darurat dan Koordinasi dengan BBWS

Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menegaskan bahwa saat ini pihaknya telah menerjunkan tim untuk melakukan penanganan awal. Penguatan sementara dilakukan dengan menggunakan ribuan karung pasir (sandbags) dan bronjong.

Namun, Asep menekankan bahwa kewenangan untuk pembangunan permanen berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.

“Kewenangan kabupaten sifatnya sementara. Kami sudah berkomunikasi dengan BBWS untuk penguatan permanen. Jangan sampai tanggul ini terus-menerus jebol karena dampaknya sangat luas bagi masyarakat,” ujar Asep Surya Atmaja.

Identifikasi Titik Rawan: Dari Muaragembong hingga Pebayuran

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, melaporkan kerusakan tanggul di Muaragembong mencapai panjang sekitar delapan meter. Selain di lokasi tersebut, satu titik tanggul jebol juga dilaporkan terjadi di wilayah Pebayuran.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama instansi terkait telah memetakan beberapa wilayah yang masuk dalam zona merah tanggul kritis:

  • Muaragembong: Lokasi utama tanggul jebol (Desa Pantai Bakti).
  • Pebayuran: Titik jebol baru yang sedang ditangani tingkat kecamatan.
  • Cabangbungin & Kembangbungin: Titik kritis yang segera dicek oleh BBWS sebelum kerusakan bertambah parah.
  • Tanjung Sari (Cikarang Utara): Wilayah dengan pendangkalan parah yang sering banjir meski hujan singkat.

Rencana Relokasi dan Solusi Jangka Panjang

Pemkab Bekasi tidak hanya fokus pada perbaikan fisik. Mengingat risiko bencana yang terus berulang, pemerintah telah menyiapkan skema relokasi mandiri bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

“Kami menyiapkan skema relokasi bagi warga yang bersedia dipindahkan demi keselamatan jangka panjang,” tambah Asep. Selain relokasi, pengerukan sungai dan pembangunan dinding penahan (sheet pile) menjadi prioritas usulan ke pemerintah pusat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini