Bekasi, Kilasbekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat merespons insiden ambruknya atap bangunan lama di SMP Negeri 3 Cikarang Selatan, Desa Ciantra, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, dipastikan tidak ada korban jiwa dan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan normal.
Gedung Tua yang Sudah Kosong Sejak 2025
Sekretaris Camat Cikarang Selatan, Udung Budiawan, menjelaskan bahwa bangunan yang terdampak adalah gedung lama yang sudah tidak difungsikan selama hampir dua tahun. Kondisi bangunan yang rapuh menjadi alasan utama pengosongan sejak awal 2025.
”Kami menerima laporan pada Minggu dari pemerintah desa. Bangunan tersebut memang sudah dikosongkan karena kondisinya sudah rapuh,” ujar Udung pada Selasa (20/01/2026).
Pihak kecamatan bersama aparatur desa telah mengambil langkah preventif dengan melakukan kerja bakti untuk menurunkan genteng yang masih menggantung dan memasang spanduk larangan mendekat di area terdampak guna menjamin keamanan siswa.
Pembangunan Ruang Kelas Baru Masuk Anggaran 2026
Kabar baiknya, renovasi total sekolah ini sudah masuk dalam radar prioritas pembangunan daerah. Berdasarkan data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, SMPN 3 Cikarang Selatan akan segera mendapatkan wajah baru.
”Alhamdulillah, sudah masuk dalam rencana realisasi tahun 2026 dengan anggaran kurang lebih Rp2,7 miliar untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) tepat di lokasi yang ambruk tersebut,” tambah Udung.
Meskipun jadwal teknis pelaksanaan masih menunggu instruksi lebih lanjut, pihak kecamatan berharap proyek ini diprioritaskan agar fasilitas pendidikan di Desa Ciantra semakin mumpuni.
Kepala Sekolah: Siswa Sudah Pindah ke Gedung Baru
Plt Kepala SMPN 3 Cikarang Selatan, Nur Diana, menegaskan bahwa insiden ini sama sekali tidak mengganggu jalannya pendidikan. Ia menjelaskan bahwa sejak menerima gedung baru pada tahun 2025, seluruh aktivitas siswa telah dipindahkan dari gedung tua tersebut.
”Begitu kami menerima gedung baru di tahun 2025, anak-anak langsung kami pindahkan. Gedung yang roboh ini memang sudah kami off-kan. Area sekolah kini sudah dikondisikan dan material berbahaya telah dibersihkan,” ungkap Nur Diana.



