Antisipasi Banjir Berulang, Pemkab Bekasi Desak BBWS Bangun Tanggul Permanen Sheet Pile di Muaragembong

47
0

Bekasi, Kilasbekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi mengambil langkah tegas untuk memutus rantai banjir tahunan akibat luapan Sungai Citarum. Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, meminta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Kementerian Pekerjaan Umum segera melakukan perbaikan permanen pada tanggul-tanggul kritis, terutama di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong.

​Penegasan ini disampaikan dr. Asep saat meninjau langsung lokasi tanggul jebol di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, pada Rabu (21/01/2026). Dalam tinjauan tersebut, ia didampingi oleh tim BPBD, perwakilan BBWS, Camat Muaragembong, serta jajaran lintas sektor lainnya.

Bangun Tanggul ala Jalur Kalimalang

​Pemkab Bekasi mengusulkan agar pembangunan tanggul di wilayah terdampak tidak lagi sekadar penambalan darurat. dr. Asep menginginkan konsep tanggul permanen menggunakan teknologi Sheet Pile Steel (SSP), serupa dengan yang telah diterapkan di sepanjang jalur Kalimalang.

​”Kami ingin tanggul dipatenkan seperti tanggul SSP di Kalimalang. Saat ini tinggal menunggu Detail Engineering Design (DED) karena kewenangan ada di pemerintah pusat. Kami akan ajukan ini secara resmi,” ujar dr. Asep Surya Atmaja.

​Selain bersurat ke pemerintah pusat, Pemkab Bekasi juga akan berkomunikasi dengan Gubernur Jawa Barat untuk mendorong percepatan proyek ini.

​”Kami akan mengajukan kepada Pak Gubernur agar didorong ke pusat. Tujuannya jelas, agar ke depan tanggul tidak mudah jebol lagi,” tambahnya.

​5 Titik Kritis di Muaragembong

​Berdasarkan data sementara dari BBWS, terdapat setidaknya 5 titik tanggul kritis yang tersebar di Kecamatan Muaragembong. Namun, ancaman serupa juga mengintai wilayah lain seperti ecamatan Cabangbungin dan Kecamatan Pebayuran

​Meskipun penanganan awal di Desa Pantai Bakti sudah dilakukan dengan membuat landai area jebolan guna mengurangi tekanan air, dr. Asep menekankan bahwa langkah preventif permanen adalah harga mati untuk keamanan warga.

Bantuan Bagi Warga Terdampak

​Terkait kerusakan rumah warga akibat musibah tanggul jebol semalam, Plt Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk hadir memberikan solusi.

​”Ini tanggung jawab kami. Jika anggaran masih tersedia, akan dibantu melalui APBD. Namun jika tidak, kita akan upayakan lewat kolaborasi dengan Baznas atau dana CSR perusahaan,” jelasnya.

​Kabar baiknya, kondisi banjir di wilayah Kabupaten Bekasi dilaporkan mulai berangsur surut. Dari sebelumnya 17 kecamatan yang terendam, kini tersisa sekitar 5 kecamatan yang masih dalam proses penanganan.

​”Banjir di Bekasi ini merupakan masalah tahunan. Tugas besar kami adalah melakukan pemetaan dan pembangunan infrastruktur yang tepat agar dampak banjir bisa diminimalisir di masa mendatang,” tutup dr. Asep.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini