Bekasi, Kilasbekasi.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi telah menyelesaikan gerakan serentak pengukuran dan intervensi penanganan stunting yang tuntas dilaksanakan selama tiga minggu pada Juni 2024.
“Capaian kita 100 persen. Ini berkat kerja keras ibu-ibu kader Posyandu di seluruh Kabupaten Bekasi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dr. Alamsyah mengutip laman resmi Pemkab Bekasi, Jumat (12/7/2024).
Meski gerakan serentak intervensi stunting telah dilakukan, lanjut Alamsyah, bukan berarti penanganan stunting telah selesai karena masih banyak tantangan pekerjaan yang harus dilakukan.
“Setiap hari ada sekitar 120-130 bayi yang lahir di Kabupaten Bekasi. Artinya setiap hari ada sasaran baru (bayi) yang lahir yang harus kita ukur,” ujarnya pada acara Jambore Kader Posyandu dan Launching Desa Siaga Bebas TBC di Kantor Kecamatan Tambelang.
Terkait dengan peluncuran Desa Siaga Bebas TBC di Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengatakan, kasus Tuberkulosis (TB) menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya stunting.
“Desa Siaga ini artinya desa yang pemerintah dan masyarakatnya tahu apa itu TBC, dan mau bergerak bersama untuk menanganinya, menuju Indonesia bebas TBC pada tahun 2030” terangnya.
Sebelumnya, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menegaskan, pencanangan Desa Siaga Bebas TBC merupakan salah satu upaya dalam pemberantasan kasus TBC di Kabupaten Bekasi, baik melalui pengobatan maupun pencegahan.
“Untuk para penyintas TBC bisa berobat gratis selama 6 bulan di Puskesmas dan pencegahannya dengan menciptakan lingkungan yang sehat, melalui pola hidup bersih dan sehat,” terangnya.