Nasional, Kilasbekasi – Apakah kamu tahu tanggal 19 Desember 2025 hari apa? Pada 19 Desember 2025, di Indonesia memperingati Hari Bela Negara dan Hari Trikora. Kedua peringatan ini adalah untuk mengenang dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap peristiwa bersejarah. Di bawah ini dijelaskan dari masing-masing momentum tersebut.
Hari Bela Negara
Pada 19 Desember memperingati hari apa? Jawaban yang pertama adalah memperingati Hari Bela Negara yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 28 tahun 2006. Hari bersejarah ini merupakan usaha dalam mempertahankan kedaulatan Tanah Air pada awal kemerdekaan.
Peringatan hari penting ini untuk mengenang pembentukan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 19 Desember 1948. Tidak adanya pemerintahan setelah kemerdekaan, dimanfaatkan Belanda dalam Agresi Militer II untuk merebut Ibu Kota Negara yang ketika itu ada di Yogyakarta.
Lihat juga: Cek Bansos 900 Ribu 2025, Begini Caranya
Peristiwa itu direspons Presiden Soekarno dengan memberikan perintah kepada Menteri Kemakmuran Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk PDRI. Dengan demikian, Belanda tidak dapat menguasai Tanah Air.
Peringatan ini dilakukan serentak di berbagai instansi. Upacara resmi, pembacaan ikrar, dan kegiatan tambahan sesuai kearifan lokal menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Hari bersejarah ini menumbuhkan kesiapsiagaan dan kesadaran kebangsaan.
Hari Trikora
Peringatan kedua pada 19 Desember adalah, memperingati Hari Tri Komando Rakyat (Trikora). Momen ini untuk mengenang dan menghormati perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kembali Irian Barat sebagai bagian dari wilayah Tanah Air.
Lihat juga: Gunung Semeru Meletus, Ini Efek bagi Kesehatan Manusia
Pada 19 Desember 1961, Presiden Soekarno memberikan perintah yang dinamakan Trikora, yaitu:
- Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda kolonial
- Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat Tanah Air Indonesia
- Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan Tanah Air dan Bangsa.
Ketika itu, terjadi konflik senjata antara rakyat Indonesia dengan Belanda yang mengklaim Papua Barat sebagai provinsi dari Kerajaan Belanda. Peristiwa berakhir pada 1 Mei 1963 dan Badan PBB, UNTEA, menyerahkan Irian Barat ke Indonesia.



