Menkes Budi Gunadi: Pasien Super Flu H3N2 di RSHS Bandung Meninggal karena Penyakit Lain

74
0

Jakarta, Kilasbekasi.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan klarifikasi terkait kasus kematian pasien yang terinfeksi Super Flu atau Influenza A H3N2 subclade K di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Menkes menegaskan bahwa penyebab utama kematian pasien tersebut bukanlah virus flu, melainkan adanya penyakit penyerta atau komorbid.

​”Kenapa yang Bandung ada yang meninggal? Ini yang Bandung meninggalnya karena punya penyakit lain. Meninggalnya bukan karena flu,” tegas Budi dalam konferensi pers daring, Senin (12/1/2026).

Tingkat Kematian Rendah

​Meski istilah “Super Flu” terdengar mengkhawatirkan karena kecepatan penularannya yang tinggi, Menkes meminta masyarakat untuk tidak panik. Ia menjelaskan bahwa virus ini memiliki fatality rate atau tingkat kematian yang sangat rendah.

​Budi menekankan bahwa karakter virus H3N2 subclade K ini sangat berbeda dengan varian mematikan seperti Delta pada masa pandemi Covid-19.

​”Pesan saya ke masyarakat, nomor satu, kita harus hati-hati dan sadar ada ini, tapi enggak usah panik. Karena ini sama seperti flu biasa, bukan seperti COVID yang dulu-dulu varian delta mematikan,” lanjutnya.

Kondisi Kasus di Indonesia Masih Aman

​Hingga saat ini, Kemenkes mencatat jumlah kasus Super Flu di Indonesia masih dalam kategori terkendali. Berikut adalah beberapa poin penting terkait status terkini virus tersebut:

​• Jumlah kasus berada di angka puluhan (berdasarkan laporan terakhir).

​• Virus ini kerap meningkat pada musim-musim tertentu, seperti musim dingin atau pancaroba.

• ​Pasien dapat sembuh dengan pengobatan flu standar dan tidak memerlukan prosedur medis yang kompleks.

Tips Pencegahan

​Kementerian Kesehatan terus memantau perkembangan virus ini dan menghimbau masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan dasar. Budi Gunadi mengingatkan bahwa sistem imun yang kuat adalah benteng utama.

​”Kalau sistem imunitas kita bagus, makannya cukup, tidurnya cukup, olahraganya cukup, insyaAllah kalau ada virus masuk, dan virusnya lemah seperti yang super flu ini, kita bisa sembuh,” jelas Menkes.

​Selain pola hidup sehat, Menkes juga menyarankan masyarakat untuk tetap melakukan tindakan pencegahan (precaution), terutama di lingkungan yang banyak terdapat orang sakit:

​• Gunakan masker terutama saat berada di kerumunan atau saat merasa kurang fit.

​• Rutin mencuci tangan seperti kebiasaan saat pandemi Covid-19.

​Dengan pengawasan ketat dari Kemenkes dan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, pemerintah optimis wabah influenza ini dapat tertangani dengan baik tanpa menimbulkan krisis kesehatan nasional.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini