Bekasi, Kilasbekasi.id – drg Yunita Ambarwati dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin masuk 10 besar pada Seleksi PNS Berprestasi Inovatif dan Inspiratif tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2025 untuk kategori The Future Leader.
Penilaian terhadap Drg Yunita Ambarwati pada Seleksi tahap III dilakukan oleh Tim Visitasi Lapangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Aula Gedung RSUD Cabangbungin seperti dikutip dari laman Pemkab Bekasi.
“Ini menjadi suatu kebanggaan, terutama karena drg. Yunita merupakan tenaga fungsional yang kiprahnya luar biasa, baik di internal rumah sakit maupun di tingkat eksternal,” kata Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani.
Salah satu inovasi unggulan drg. Yunita adalah Sistem Dokumentasi Mutu (SIDOMU) untuk Optimalisasi Mutu Rumah Sakit yang telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan akreditasi rumah sakit menjadi Paripurna.
“Selain itu, drg Yunita juga dikenal sebagai sosok pemimpin dalam berbagai aspek kelembagaan seperti Ketua Koperasi Rusa Berlian, Ketua Tim SPI (Satuan Pengawasan Internal),” ujarnya.
Erni optimistis drg. Yunita mampu melewati tahap visitasi ini dengan baik. Visitasi ini merupakan bagian dari proses seleksi tahap III yang akan berlanjut ke tahap debat dan para finalis akan diuji melalui simulasi isu serta pemaparan di hadapan dewan juri.
“Saya berharap drg. Yunita bisa melaju hingga tahap debat dan bahkan menjadi juara. Kemampuannya terbukti dari berbagai inovasi dan kontribusinya yang nyata,” tambah dr. Erni.
Inovasi lainnya dari drg. Yunita yakni Sistem Kolaborasi Teledentistry Cegah Stunting (Si Kriting) untuk penanganan stunting di wilayah terpencil seperti Muaragembong dan sekitarnya serta inovasi Rusa Berlian yang telah meraih penghargaan sebelumnya.
Sementara itu, drg. Yunita Ambarwati mengatakan, inovasi Sidomu bukan sekadar ide atau nama inovatif semata, tetapi inovasi yang sudah tersistem, terprogram, dan memiliki dampak nyata bagi pelayanan rumah sakit.
“Inovasi Sidomu itu bukan hanya sekadar menyebut nama, tapi benar-benar terprogram secara sistematis. Ini adalah pengalaman luar biasa, dan saya banyak belajar dari dr. Erni yang terus membimbing saya dari awal,” ujarnya.
Lebih lanjut Yunita menuturkan bahwa proses seleksi tahap 3 yang akan dilanjutkan ke tahap debat menjadi tantangan tersendiri. Dalam tahap ini, para kandidat akan diuji dengan berbagai isu strategis dan harus memberikan argumentasi di hadapan dewan juri.
“Semua kandidat luar biasa, jadi bisa masuk 6 besar saja sudah sangat membanggakan namun tentu harapannya bisa menjadi juara pertama,” ungkapnya.



