Dioptimalkan Mesin Pengering Terbaru, TPST Kertamukti Targetkan Pengolahan Sampah 50 Ton Perhari

5
0

Bekasi, Kilasbekasi.id – Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertamukti di Kampung Pisang Batu, Desa Kertamukti, Kecamatan Cibitung, terus mendapat perhatian dalam upaya peningkatan pengelolaan sampah.

Salah satunya mendapat kunjungan dari World Bank dan Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project (ISWMP) di TPST Kertamukti pada Senin (25/05/2026).

Kepala UPTD Wilayah III Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi, R Sopyan Rahayu mengatakan, kunjungan tersebut merupakan agenda rutin untuk memantau progres pengelolaan sampah dan optimalisasi fasilitas yang ada di TPST Kertamukti.

“Monitoring dari World Bank sama ISWMP ini kunjungan rutin berkenaan dengan progres kegiatan mereka dan kegiatan TPST. Ada beberapa hal yang akan dilakukan optimalisasi di TPST, di antaranya penggunaan mesin pengering terbaru dan optimalisasi perbaikan mesin RDF,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini TPST Kertamukti masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dari sisi anggaran pemeliharaan dan optimalisasi alat. Namun demikian, pihak Dinas Lingkungan Hidup bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) telah mengupayakan dukungan anggaran melalui pergeseran anggaran agar operasional TPST tetap berjalan.

“Karena efisiensi anggaran, kami memang terkendala. Tapi kemarin sudah diusahakan oleh Dinas LH dan TAPD, insya Allah ke depan pemeliharaan bisa berjalan,” katanya.

Sopyan menambahkan, optimalisasi mesin Refuse Derived Fuel (RDF) menjadi fokus utama karena hasil RDF yang dihasilkan saat ini dinilai masih memiliki kadar air tinggi sehingga nilai kalorinya belum maksimal. Untuk itu, Kementerian PUPR bersama ISWMP tengah menyiapkan dukungan mesin pengering RDF.

“Nilai RDF kita dianggap kurang kalorinya karena RDF-nya kurang kering. Mudah-mudahan dua minggu ke depan alatnya sudah turun, di antaranya mesin pengering RDF,” ungkapnya.

Selain itu, kapasitas pengolahan TPST juga ditargetkan meningkat. Saat ini TPST Kertamukti baru mampu mengelola sekitar 20 hingga 25 ton sampah per hari, sementara kapasitas ideal yang ditargetkan mencapai 50 ton per hari.

“Kita sekarang rata-rata hanya 20 sampai 25 ton sampah per hari yang bisa dikelola di TPST. Padahal konsep dari kementerian seharusnya 50 ton per hari. Mudah-mudahan nanti setelah optimalisasi mesin kita bisa mencapai target tersebut,” jelasnya.

Dalam proses pengelolaan, sampah yang masuk ke TPST dipilah oleh petugas berdasarkan jenisnya, mulai dari material RDF, plastik, sampah rumah tangga hingga residu. Dari total sampah yang masuk, sekitar 25 persen dapat diolah menjadi RDF, sementara sisanya berupa residu dan material lainnya.

Ia juga menerangkan, saat ini TPST Kertamukti baru melayani sebagian wilayah Kecamatan Cibitung, tepatnya empat desa di sekitar lokasi TPST. Sementara untuk penanganan sampah di wilayah kerja UPTD III yang meliputi tiga kecamatan, pihaknya hanya didukung 38 armada dump truck.

“Kalau bicara cukup atau kurang, tentu masih jauh sekali. Cibitung sekarang sudah menjadi wilayah perkotaan, penduduknya padat dan volume sampah terus meningkat setiap tahun,” katanya.

Sopyan berharap keberadaan TPST Kertamukti dapat terus dijaga dan dikembangkan agar tetap beroperasi secara optimal. Ia bersyukur TPST tersebut merupakan hibah yang diperoleh tanpa menggunakan APBD Kabupaten Bekasi.

“Kita bersyukur mendapatkan hibah TPST ini tanpa menggunakan APBD Kabupaten Bekasi. Karena di daerah lain banyak TPST yang akhirnya mangkrak akibat minim anggaran. Alhamdulillah TPST Kertamukti masih tetap eksis dan berjalan meskipun masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini