Antisipasi Lonjakan Volume Sampah, DLH Kabupaten Bekasi Siagakan Dua Zona di TPA Burangkeng

74
0

Bekasi, Kilasbekasi.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi telah menyiapkan serangkaian strategi komprehensif untuk mengantisipasi lonjakan volume sampah selama dan setelah masa Lebaran 2026. Langkah ini diambil guna memastikan pelayanan kebersihan tetap berjalan optimal di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan arus mudik.

​Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengungkapkan bahwa pihaknya melalui Bidang Pengendalian dan Pengelolaan Persampahan serta UPTD TPA Burangkeng telah menyusun skema khusus.

​”Strategi kami sudah siap, khususnya melalui UPTD pengelolaan sampah di Burangkeng, untuk menghadapi lonjakan volume sampah yang signifikan,” ujar Dedi di Cikarang Pusat

Dua Zona Sampah TPA Burangkeng

​Salah satu langkah krusial yang dilakukan adalah membuka dua titik atau zona pembuangan sampah, yakni di wilayah utara dan selatan. Strategi ini bertujuan untuk mengurai antrean panjang kendaraan pengangkut sampah yang diprediksi akan meningkat tajam.

​“Kita sudah menyiapkan lokasi buangan di dua titik agar bisa mengantisipasi arus antrean kendaraan yang masuk ke TPA,” jelas Dedi.

​Berdasarkan data lapangan, peningkatan arus kendaraan pengangkut sampah mulai terlihat signifikan:

• ​25 Maret: Tercatat sekitar 100 kendaraan.

• ​26 Maret: Meningkat menjadi 150 kendaraan.

​•• Puncak: Mencapai sekitar 370 kendaraan.

​Meski terjadi lonjakan, Dedi memastikan kondisi di TPA Burangkeng masih terkendali berkat pembukaan dua zona pembuangan tersebut.

Mudik tanpa Sampah

​Mengingat Kabupaten Bekasi merupakan jalur lintasan utama bagi lebih dari satu juta pemudik, DLH juga menggencarkan sosialisasi “Mudik Tanpa Sampah”. Selain itu, kesiapan armada pengangkut telah dipastikan melalui perawatan rutin dan jaminan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

​“Kesiapan armada sudah maksimal, baik perawatan maupun BBM, sehingga pelayanan tetap prima tanpa perlu penambahan kendaraan operasional baru,” tambahnya.

Landfill Mining

​Untuk penanganan pasca-Lebaran, DLH Kabupaten Bekasi berencana menggandeng pihak swasta untuk melakukan skema penambangan sampah (mining) pada sampah non-organik di area TPA Burangkeng. Langkah inovatif ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang sudah menumpuk (existing).

​Di akhir keterangannya, Dedi mengimbau masyarakat untuk turut serta membantu mengurangi beban TPA dengan cara sederhana namun berdampak besar.

​“Solusi terbaik adalah memilah sampah dari rumah, antara organik dan non-organik. Hal ini sangat efektif untuk mengurangi beban di TPA Burangkeng,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini