Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL, Evakuasi Korban Berlanjut hingga Dini Hari

313
0

Bekasi, Kilasbekasi..id –  Kecelakaan hebat yang melibatkan kereta api jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dengan KRL Commuter Line rute Bekasi-Jakarta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026.

Insiden yang berlangsung sekitar pukul 20.57 WIB ini mengejutkan warga dan penumpang di sekitar lokasi, di mana dentuman keras yang menyerupai suara ledakan terdengar hingga radius ratusan meter.

Akibat tabrakan tersebut, gerbong belakang KRL yang merupakan gerbong khusus perempuan mengalami kerusakan parah hingga ringsek akibat hantaman lokomotif KA Argo Bromo.

​Kronologi peristiwa ini bermula ketika sebuah unit KRL terpaksa berhenti dalam durasi yang cukup lama di jalur Stasiun Bekasi Timur karena adanya gangguan operasional di depan. Berhentinya KRL tersebut dipicu oleh kecelakaan lain di perlintasan sebidang yang melibatkan sebuah taksi, sehingga jalur kereta mengalami penumpukan.

Namun, secara mendadak dari arah belakang, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dengan kecepatan tinggi tidak sempat melakukan pengereman maksimal dan langsung menghantam bagian belakang KRL yang sedang berhenti.

Tabrakan “rear-end” ini mengakibatkan lokomotif kereta jarak jauh tersebut merangsek masuk ke dalam gerbong penumpang KRL, menyebabkan banyak penumpang terjepit di antara reruntuhan kursi dan badan kereta.

​Berdasarkan data terbaru yang dihimpun hingga Selasa pagi, 28 April 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 6 orang. Seluruh korban tewas merupakan penumpang KRL yang berada di gerbong paling belakang saat insiden terjadi.

Selain korban jiwa, tercatat sedikitnya 80 orang mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga cedera berat yang memerlukan penanganan medis intensif. Para korban luka saat ini telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Kota Bekasi dan RS Mitra Keluarga, guna mendapatkan perawatan darurat.

​Kondisi terkini di lokasi kejadian masih menunjukkan aktivitas evakuasi yang cukup padat. Tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan petugas teknis PT KAI terus berupaya memotong bagian gerbong yang hancur untuk memastikan tidak ada lagi korban yang terjepit di bawah puing-puing besi.Proses evakuasi berjalan lambat karena sempitnya ruang gerak dan kondisi gerbong yang saling mengunci pascatabrakan.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab gagalnya sistem peringatan atau koordinasi perjalanan yang memicu KA Argo Bromo berada di jalur yang sama dengan KRL dalam waktu bersamaan. Perjalanan kereta api di lintas Bekasi-Cikarang pun mengalami keterlambatan signifikan akibat proses sterilisasi jalur yang masih berlangsung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini