Bekasi, Kilasbekasi.id – Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) di seluruh wilayah Kabupaten Bekasi dalam kondisi aman, stabil, dan terkendali selama bulan Ramadan. Hal ini didasarkan pada hasil pemantauan intensif di berbagai pasar rakyat dan jaringan distribusi utama.
Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai potensi kelangkaan barang.
“Alhamdulillah selama bulan Ramadan, sesuai data monitoring rutin di lapangan, ketersediaan barang pokok dan penting di Kabupaten Bekasi insya Allah cukup dan aman,” ujar Helmi Yenti.
Harga: Sempat Melonjak, Kini Mulai Melandai
Meski stok secara umum aman, Helmi mengakui adanya fluktuasi harga pada awal Ramadan akibat lonjakan permintaan rumah tangga dan pelaku usaha kuliner musiman. Komoditas seperti cabai merah, daging sapi, dan daging ayam sempat mengalami kenaikan signifikan pada pekan pertama.
“Ini hukum pasar alami. Harga cabai merah sempat menyentuh Rp90.000 per kilogram, namun saat ini sudah mulai turun dan stabil di kisaran Rp50.000 per kilogram seiring dengan penguatan distribusi dari daerah produsen,” jelasnya.
Penurunan ini menjadi angin segar bagi konsumen, karena daya beli masyarakat kembali meningkat seiring dengan harga yang lebih terjangkau.
Intervensi Harga Pangan
Untuk menjaga stabilitas hingga Idulfitri, Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi menjalankan dua strategi intervensi utama:
Operasi Pasar Bersama BUMN: Menggandeng PT Rajawali Nusantara Indonesia dan Perum Bulog untuk melakukan langkah intervensi tepat sasaran di titik-titik harga tinggi.
Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI): Program kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Melalui OPADI, masyarakat bisa membeli paket sembako senilai Rp120.000 hanya dengan membayar Rp50.000. Subsidi lebih dari 50% ini diharapkan mampu menekan beban pengeluaran rumah tangga secara signifikan.
Koordinasi Lintas Daerah dan Pengawasan Satgas Pangan
Dalam menjaga kesinambungan pasokan, Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan koordinasi intensif dengan daerah produsen seperti Garut (cabai) dan Subang (telur dan daging ayam). Jika diperlukan, pasokan dari luar Pulau Jawa juga akan dibuka guna menjamin kelancaran distribusi.
Tak hanya soal stok, pengawasan di lapangan juga diperketat bersama aparat kepolisian melalui Satgas Pangan. Hal ini bertujuan untuk mencegah praktik penimbunan atau spekulasi harga yang merugikan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying. Stok bapokting, termasuk LPG 3 kilogram, sangat mencukupi hingga Idulfitri. Belanjalah secukupnya agar stabilitas harga tetap terjaga,” pungkas Helmi.



