Mengabdi Tanpa Muluk-Muluk: Strategi Tiga Pilar dan Kepemimpinan Humanis Kapten Inf. Maryono di Bekasi Selatan

130
0
Kapten Inf. Maryono
​Bekasi, Kilasbekasi.id — Memimpin satuan komando kewilayahan di tengah dinamika perkotaan yang tinggi bukanlah perkara mudah. Namun, bagi Komandan Koramil (Danramil) 06/Bekasi Selatan, Kapten Inf. Maryono, tugas pelayanan kepada masyarakat harus dijalankan dengan lugas, nyata, dan tanpa sikap yang “muluk-muluk”.
​Sebagai bagian dari Kodim 0507/Bekasi, Koramil 06/Bekasi Selatan tegak lurus menginduk pada visi dan misi komando atas. Muaranya tunggal: terwujudnya Kemanunggalan TNI-Rakyat yang kokoh serta terciptanya wilayah Bekasi Selatan yang aman, kondusif, dan berwawasan kebangsaan demi mendukung pertahanan negara.
Program Prioritas dan Aksi Nyata di Lapangan
​Memasuki bulan Oktober 2026, Koramil 06/Bekasi Selatan menggalakkan sejumlah program aksi nyata. Salah satu fokus utamanya adalah mendukung persiapan Porprov XV Jawa Barat 2026 melalui aksi masif Grebek K3 di Hutan Kota Patriot yang melibatkan 731 peserta gabungan dari TNI-Polri, aparatur pemerintah, Pramuka, hingga Karang Taruna.
​Selain itu, Pembinaan Teritorial (Binter) dan Komunikasi Sosial (Komsos) terus ditingkatkan secara intensif di lima kelurahan, yaitu Kayuringin, Pekayon, Marga Jaya, Jakasetia, dan Jakamulya. Koramil juga aktif mendampingi penyaluran bantuan ketahanan pangan serta menggelar patroli Kamtibmas sinergis bersama Polsek Bekasi Selatan dan Satpol PP.
​”Kami tidak ingin sekadar formalitas. Babinsa harus hadir merangkul Lurah, RT/RW, dan masyarakat. Baik itu pendampingan bantuan sosial, jaga ketahanan pangan, hingga patroli Kamtibmas,” tegas Kapten Inf. Maryono.
Empat Strategi Efektif Sinergi Tiga Pilar
​Untuk menjaga kondusivitas wilayah, Kapten Inf. Maryono menerapkan empat strategi utama yang terbukti efektif di lapangan:
1. ​Strategi “Kopi Darat” sebagai Kunci Utama: Sinergitas tidak dibiarkan sebatas wacana, melainkan diwujudkan lewat apel gabungan rutin bergilir setiap Senin pagi, grup WhatsApp Tiga Pilar yang responsif untuk penanganan darurat (seperti banjir atau tawuran), serta agenda ngopi bareng tanpa protokoler minimal dua minggu sekali antara Camat, Danramil, dan Kapolsek.
2. ​Pembagian Tugas yang Jelas: Setiap pihak memiliki peran yang spesifik agar tidak tumpang tindih. Camat memimpin sektor pemerintahan dan anggaran, Danramil memimpin pembinaan warga, bela negara, relawan, dan bantuan logistik bencana, sedangkan Kapolsek memimpin sektor keamanan dan penegakan hukum.
3. ​Program Bersama yang Terintegrasi: Berfokus pada program kolaboratif dengan stempel bersama Tiga Pilar, seperti Grebek K3, Siskamling dan patroli malam gabungan (Babinsa, Bhabinkamtibmas, Linmas), serta penyediaan Posko Terpadu Bencana dan pengaduan warga.
4. ​Penguatan Hingga Tingkat RT/RW: Sinergi diturunkan hingga level kelurahan dengan mewajibkan pertemuan Tiga Pilar tingkat kelurahan setiap bulan serta melibatkan tokoh masyarakat, FKDM, Karang Taruna, dan para Ketua RW sebagai perpanjangan tangan.
Prinsip Kepemimpinan
Bagi Kapten Inf. Maryono, kunci utama menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat terletak pada keterpaduan dan rasa kepemilikan wilayah bersama.
​”Satu Komando di Lapangan, Tiga Kekuatan di Belakang. Kalau Tiga Pilar solid, warga merasa negara hadir untuk mereka. Sebaliknya, kalau berjalan sendiri-sendiri, warga yang akan bingung mau melapor ke siapa,” pungkasnya.
​Melalui pendekatan yang berorientasi aksi dan keterbukaan komunikasi ini, Koramil 06/Bekasi Selatan di bawah kepemimpinan Kapten Inf. Maryono terus berkomitmen menjaga pertahanan wilayah sekaligus menjadi mitra terpercaya bagi seluruh warga Bekasi Selatan. (ichwan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini