Fenomena Rotasi Bumi Melambat, Bikin Sehari Jadi 25 Jam

390
0
Rotasi Bumi
Ilustrasi

News, Kilasbekasi.id – Sejumlah peneliti menyatakan rotasi bumi melambat, itu berarti 24 jam sehari akan menjadi 25 jam sehari. Hal ini terjadi akibat gesekan pasang surut dari Bulan, memperpanjang hari sekitar 1,7 milidetik per abad. Apa penyebab rotasi bumi menjadi lambat? Berikut penjelasannya.

Rotasi bumi adalah perputaran Bumi pada porosnyaa dari barat ke timur. Hal ini berlangsung sekitar 24 jam dan menyebabkan terjadinya siang dan malam, gerak semu harian matahari, dan perbedaan zona waktu di berbagai belahan dunia.

Perputaran Bumi terjadi pada poros imajiner dari Kutub Utara ke Kutub Selatan, sehingga bagian Bumi yang menghadap matahari mengalami siang, sedangkan yang membelakanginya mengalami malam.

Akibat Rotasi Bumi

Siang dan malam: bagian Bumi yang terkena matahri menjadi siang, sedangkan yang membelakanginya menjadi malam.

Gerak Semu Harian Matahari: matahari terbit dari timur dan terbenam di barat, karena Bumi berputar ke arah timur.

Perbedaan Waktu: setiap wilayah di Bumi mengalami waktu yang berbeda karena waktu tempuh rotasi bumi (23 jam 56 menit) dibagi menjadi zona waktu.

Lihat juga: Prakiraan Cuaca Malam Tahun Baru 2026 di Jawa Barat

Pembelokan Arah Angin dan Arus Laut: gaya Coriolis akibat rotasi membelokkan arah angin dan arus laut.

Perubahan Bentuk Bumi: rotasi menyebabkan Bumi sedikit menggembung di khatulistiwa dan pepat di kutub.

Perubahan Waktu

Sejumlah peneliti Inggris mengatakan, pelambatan perputaran bumi membawa dampak perubahan waktu. Nantinya, periode waktu menjadi 25 jam dalam sehari, dan bukan lagi 24 jam.

Dari data rekam fenomena alam semesta selama 2.735 tahun yang dikumpulkan tim peneliti tersebut, terlihat adanya perubahan tempo rotasi bumi. Berdasarkan data tersebut, diperoleh periode sehari di Bumi ternyata bertambah dua milidetik setiap abad. Hal ini menandakan adanya perlambatan perputaran bumi secara gradual.

Menurut peneliti, melambatnya perputaran bumi memungkinkan periode 24 jam dalam sehari dapat bertambah. Tapi, perlu waktu yang cukup lama untuk pertambahan periode sehari itu agar dampaknya terasa bagi kehidupan di Bumi.

Lihat juga: Iqbal Afra Inisiasi CFD Season 3 dan Open Donasi di RW 002

Untuk bertambah satu menit memerlukan waktu 6,7 juta tahun. Dengan demikian untuk menjadi periode sehari menjadi 25 jam memerlukan waktu sekitar dua juta abad lagi.

Penyebab Rotasi Bumi Melambat

Rotasi bumi melambat, sehingga satu hari bisa menjadi lebih panjang dari 24 jam. Untuk menjadi 25 jam sehari membutuhkan jutaan tahun.

Dilansir dari laman National Geographic, gesekan pasang surut dari Bulan dan Matahari menjadi faktor dominan, di mana tarikan gravitasi Bulan menyebabkan deformasi lautan dan kerak Bumi yang menghambat rotasi seperti rem alami.

Proses ini membuat Bulan perlahan menjauh dari Bumi sekitar 3,8 cm per tahun, sambil memperlambat putaran Bumi sekitar 2,3 milidetik per abad.

Perubahan distribusi massa akibat aktivitas manusia seperti pencairan es kutub (Greenland dan Antartika) memindahkan air ke ekuator.

Gempa bumi besar, pergerakan lempeng tektonik, dan dinamika inti Bumi (seperti perlambatan inti dalam sejak 2010 akibat turbulensi inti luar cair) juga berkontribusi, walaupun dampaknya kecil seperti sepersekian detik per hari.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini