Whip Pink Bukan Sekadar ‘Gas Tawa’: Pakar IPB Ungkap Risiko Kerusakan Saraf Permanen

47
0

Bogor, Kilasbekasi.id – Tren penyalahgunaan Whip Pink atau whippets sebagai zat hiburan kini tengah menjadi sorotan tajam para ahli kesehatan. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Agil Wahyu Wicaksono, M.Biomed, memberikan peringatan keras mengenai dampak fatal dari gas Nitrous Oxide (N_2O) yang terkandung di dalamnya jika digunakan di luar peruntukan medis dan kuliner.

​Meskipun secara legal digunakan sebagai pendorong krim (whipped cream) dan alat anestesi medis, gas ini menyimpan ancaman tersembunyi yang dapat menyebabkan kelumpuhan hingga kematian.

Rusaknya Fungsi Vitamin B12 dan Sistem Saraf

​Menurut dr. Agil, salah satu dampak paling merusak dari penyalahgunaan N_2O adalah kemampuannya menghancurkan fungsi Vitamin B12 dalam tubuh. Vitamin ini merupakan elemen krusial untuk memelihara mielin, yaitu lapisan pelindung saraf.

​”Gangguan ini menyebabkan kerusakan pada lapisan pelindung saraf, baik pada sistem saraf pusat maupun saraf tepi,” jelas dr. Agil dikutip dari laman IPB University (12/2/2026)

​Beberapa keluhan saraf yang sering muncul akibat rusaknya mielin meliputi:

​• Kesemutan kronis dan kelemahan anggota gerak.

​• Gangguan keseimbangan yang parah.

• ​Kerusakan pada sumsum tulang belakang.

Ancaman pada Pembuluh Darah dan Energi Sel

​Selain menyerang saraf, Whip Pink juga berdampak buruk pada sistem kardiovaskular. Gas ini memicu otot pembuluh darah menjadi terlalu rileks, sehingga pembuluh darah melebar secara ekstrem. Akibatnya, tekanan darah dapat merosot drastis yang memicu sakit kepala hebat, pusing, hingga pingsan.

​Lebih jauh lagi, dr. Agil menjelaskan bahwa N_2O menghambat kerja mitokondria—pabrik energi sel dalam tubuh.

​”Produksi energi menurun dan sel, terutama sel saraf, berisiko mati karena tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan,” tambahnya.

Sianosis: Saat Darah Tak Mampu Mengikat Oksigen

​Bahaya lain yang jarang disadari adalah perubahan struktur hemoglobin. Penggunaan Whip Pink secara berlebihan mengubah hemoglobin sehingga tidak mampu mengikat oksigen secara optimal. Kondisi ini menyebabkan jaringan tubuh mengalami hipoksia (kekurangan oksigen), yang ditandai dengan kulit tampak kebiruan (sianosis).

Imbauan: Gunakan Sesuai Peruntukan

​Whip Pink sering kali disalahgunakan karena efek euforia dan halusinasi sesaat yang dihasilkannya. Namun, sensasi “senang” tersebut dibayar mahal dengan risiko ketergantungan dan kerusakan organ.

​dr. Agil menekankan agar masyarakat hanya menggunakan Whip Pink untuk keperluan kuliner dan tidak sekali-kali mencoba menggunakannya sebagai “anestesi mandiri”.

​”Whip Pink harus digunakan sebagaimana mestinya. Penggunaan gas N_2O untuk kepentingan medis hanya boleh dilakukan oleh dokter dengan pengawasan ketat,” tegasnya.

Beliau juga menyarankan jika sedang menggunakan alat ini di dapur, pastikan ventilasi udara terjaga agar tubuh tetap mendapatkan pasokan oksigen yang cukup.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini