Antisipasi Banjir Susulan, Pemkab Bekasi Percepat Normalisasi Sungai CBL dan Ciherang

197
0

Bekasi, Kilasbekasi.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDA-BMBK) mengambil langkah cepat dalam menangani persoalan banjir. Fokus utama saat ini adalah melakukan percepatan normalisasi di dua aliran sungai krusial, yakni Sungai CBL (Cikarang Bekasi Laut) dan Sungai Ciherang.

Jadwal Mitigasi Pasca-Bencana

​Kepala Dinas SDA-BMBK Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, mengungkapkan bahwa sedianya kegiatan normalisasi dijadwalkan pada Triwulan III. Namun, melihat intensitas bencana banjir yang melanda sejumlah titik, pihaknya mengusulkan pergeseran waktu pelaksanaan ke Triwulan I.

​“Kami telah melapor kepada Plt. Bupati Bekasi terkait rencana percepatan ini. Harapannya, pasca-bencana ini kegiatan normalisasi bisa segera dieksekusi tanpa harus menunggu hingga akhir tahun,” ujar Henri pada Kamis (05/02/2026).

​Langkah ini diprioritaskan pada Sungai CBL dan Sungai Ciherang karena keduanya memegang peran vital dalam mengendalikan debit air di kawasan hilir, terutama pada pemukiman padat penduduk yang rentan terdampak luapan.

Kolaborasi dengan BBWS

​Mengingat kewenangan Sungai CBL dan Ciherang berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkab Bekasi tengah mematangkan koordinasi terkait nota kesepahaman (MoU).

​Pola kerja sama yang akan diusung serupa dengan proyek Bendungan BSH-0, di mana BBWS memberikan rekomendasi teknis sementara pelaksanaan di lapangan dilakukan secara kolaboratif.

​“Normalisasi akan dilakukan secara bertahap. Mengingat panjangnya aliran sungai hingga ke muara, kami akan menentukan segmentasi prioritas bersama pihak BBWS,” tambah Henri.

Fokus Peninggian Tanggul dan Sedimentasi

​Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Agung Mulya, menjelaskan bahwa wilayah seperti Kecamatan Sukawangi, Tambun Utara, dan Babelan menjadi fokus utama karena mengalami dampak banjir yang signifikan.

​”Hasil kajian teknis menunjukkan Sungai CBL sudah tidak mampu menampung debit air dari pemukiman secara optimal. Selain pengangkatan sedimentasi, peninggian tanggul di Sungai Ciherang juga mendesak untuk dilakukan,” jelas Agung.

Anggaran 2026

​Meski menghadapi tantangan pemangkasan anggaran yang cukup besar—mencapai 70% dibanding tahun lalu—Dinas SDA-BMBK tetap berkomitmen melanjutkan normalisasi pada titik-titik kritis.

​Tahun ini, diperkirakan terdapat kurang dari 20 kegiatan normalisasi yang akan terlaksana. Selain untuk mitigasi banjir, kegiatan ini juga diproyeksikan untuk membantu sektor pertanian dalam menghadapi potensi kekeringan saat musim kemarau mendatang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini